Teknologi Gaswin, juga dikenal sebagai rekahan hidrolik atau fracking, telah menjadi topik kontroversial dalam beberapa tahun terakhir karena dampaknya terhadap lingkungan. Meskipun para pendukungnya berpendapat bahwa hal ini menyediakan sumber energi yang berharga dan menciptakan lapangan kerja, para pengkritiknya menunjukkan dampak negatifnya terhadap lingkungan.
Salah satu kekhawatiran utama teknologi gaswin adalah potensinya mencemari air tanah. Prosesnya melibatkan penyuntikan campuran air, pasir, dan bahan kimia jauh di bawah tanah untuk memecah batuan serpih dan melepaskan gas alam. Jika selubung sumur rusak atau terjadi kebocoran pada sistem, bahan kimia ini dapat meresap ke dalam air tanah dan mencemari sumber air minum. Hal ini dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius bagi masyarakat sekitar.
Masalah lain dengan teknologi gaswin adalah jumlah air yang dibutuhkannya. Setiap sumur membutuhkan jutaan galon air untuk menyelesaikan proses fracking, sehingga membebani pasokan air setempat. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan air dan berdampak pada ekosistem perairan, serta meningkatkan risiko kontaminasi air.
Selain penggunaan air, teknologi gaswin juga menghasilkan air limbah dalam jumlah besar yang perlu diolah dan dibuang dengan benar. Air limbah ini mengandung garam, logam berat, dan bahan radioaktif dalam kadar tinggi, sehingga mengancam lingkungan jika tidak ditangani dengan benar.
Selain itu, ekstraksi dan pembakaran gas alam melepaskan metana, gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Meskipun gas alam sering disebut-sebut sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan batu bara, emisi metana yang terkait dengan teknologi gaswin dapat mengimbangi potensi manfaat lingkungan.
Ada banyak laporan mengenai polusi udara di dekat lokasi gaswin, dengan bahan kimia berbahaya seperti benzena dan formaldehida dilepaskan ke atmosfer. Polutan ini dapat menimbulkan dampak kesehatan yang serius pada penduduk sekitar, termasuk masalah pernapasan dan peningkatan risiko kanker.
Secara keseluruhan, dampak lingkungan dari teknologi gaswin tidak dapat disangkal. Meskipun hal ini dapat menjadi sumber energi dalam jangka pendek, dampak jangka panjangnya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat tidak dapat diabaikan. Penting bagi regulator untuk mempertimbangkan secara hati-hati dampak-dampak ini ketika memutuskan apakah akan mengizinkan operasi gaswin dan untuk menegakkan peraturan yang ketat untuk meminimalkan dampak buruk terhadap lingkungan. Hanya melalui praktik yang bertanggung jawab dan berkelanjutan kita dapat menjamin masa depan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang.
